This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, January 26, 2013

Penyapihan


   Penyapihan
   Definisi
Penyapihan adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tersebut dapat disebabkan oleh berhentinya sang anak dari menyusu pada ibunya atau bisa juga berhentinya sang ibu untuk menyusui anaknya atau bisa juga keduanya dengan berbagai alasan (http://www.bascommetro.com, 2010).                                                            
 Menyapih adalah proses bertahap yaitu mula-mula dengan mengurangi frekuensi pemberian ASI, sampai dengan berhentinya proses pemberian ASI (Nugroho, Taufan, 2011 ; 79).                                 Departeman Kesehatan Republik Indonesia (1995) menyatakan bahwa penyapihan adalah pengurangan frekuensi pemberian ASI secara bertahap yaitu 3-4 kali sehari menjadi 2 kali sehari selanjutnya 1 kali sehari. Di mana menyapih harus bertahap karena anak perlu waktu untuk peralihan rasa makanan (manis dan gurih) dan bentuk makanan cair ke padat.
2.1.2    Cara-cara menyapih yang benar
  • 1.      Lakukan proses menyapih ini secara berlahan.
  • 2. Alihkan perhatian anak dengan melakukan hal lain. Bernyanyilah dan bermain bersama, sehingga anak tidak ingat saatnya menyusu pada mama.

  • Komunikasikan hal lain dengan anak. Jangan takut anak-anak tidak mengerti dengan keinginan anda untuk menyapihnya.
  • 4.      Jangan menyapih anak ketika tidak sehat, atau sedang merasa sedih, kesal atau marah. Karena akan membuat anak anda merasa anda tidak menyayangin dirinya.
  • 5.      Hindari menyapih anak dari menyusui ke pacifier(empeng) atau botol susu. Mintalah bantuan ayah untuk melengkapi komunikasi dengan anak dan sebagai figure pendamping ibu.
  • 6.      Jangan menyapih secara mendadak dan langsung, hal itu akan membuat perasaan anak anda terguncang.
  • 7.      Jangan menipu anak anda dengan cara mengoleskan jamu di putting saat menyusui atau apapun yang membuat pearasan tidak nyaman. Pemaksaan seperti itu membuat hubungan batin anak dan ibu rusak (Nugroho, 2011 ; 79).
2.1.3        Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Menyapih
  • 1.         Mengoleskan obat merah pada puting
Selain menyebabkan anak mengalami keracunan, juga anak membuat anak belajar bahwa puting ibu tidak enak, bahkan bisa membuatnya sakit. Keadaan ini akan semakin parah jika ibu melakukan secara tiba-tiba. Si kecil akan merasa ditolak ibunya. Dampak selanjutnya anak akan merasa ibu tidak mencintainya. Gaya kelekatan yang muncul adalah avoidance (menghindar dari suatu hubungan interpersonal). Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Ia akan mengalami kesulitan untuk menjalin suatau hubungan intensif dengan orang lain. Hal ini terjadi karena di masa kanak-kanak ia merasa ditolak oleh orang tua, dalam hal ini ibunya.
  • 2           Memberi perban atau plester pada puting
Cara ini lebih menyakitkan buat anak. Jika diberi obat merah, anak masih mau menyentuh puting ibunya. Tetapi kalau sudah diperban atau diplester, anak akan belajar bahwa puting ibunya adalah sesuatu yang tak bisa dijangkau.
  • 3.         Dioles jamu,brotowali, atau kopi supaya pahit
Awalnya mungkin anak tak akan menikmati, tetapi lama-kelamaan anak bisa menikmatinya dan malah bergantung pada rasa pahit tersebut. Karena ia belajar, meskipun pahit tetapi masih tetap bercampur dengan puting ibunya. Dampaknya, anak akan mengembangkan sikap ambivalen, dalam arti ia tidak mengetahui apakah ibunya mencintainya atau tidak. Bunda masih memberikan ASI, tapi tidak seperti biasanya, jadi pahit. Parahnya lagi kepribadian ambivalen bukan kepribadian yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan kecemasan dalam interpersonal nantinya.
  • 4.         Menitipkan anak ditempat kakek neneknya
Kehilangan ASI sudah cukup menyakitkan, apalagi ditambah kehilangan figur ibunya. Anak kecil belum memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Jadi, dapat dibayangkan kondisi seperti ini bisa menyebabkan guncangan jiwa anak, sehingga tak menutup kemungkinan anak  merasa ditinggalkan. Tentunya hal itu tak mudah bagi anak karena ada dua stressor (sumber stres) yang dihadapinya, yakni ditinggalkan dan harus beradaptasi. Jadi jangan kaget, jika setelahnya anak pun butuh penyesuaian lagi terhadap ibunya. Malah akan timbul ketidakpercayaan anak terhadap ibu.
 
  • 5.         Selalu Mengalihkan Perhatian Anak Setiap Menginginkan ASI
Meski masih batita, si kecil tetap bisa merasakan penolakan ibu yang selalu mengalihkan perhatiannya saat ia menginginkannya ASI kondisi ini juga membuat anak belajar berambivalensi. Misal, ibu selalu mengajak anak bermain setiap kali minta ASI. Tentu anak akan bertanya-tanya,” Bunda sayang aku enggak sih, kok aku enggak dikasih ASI? Tetapi kalau tidak sayang kok masih ngajak aku main?”
  • 6.         Selalu Bersikap Cuek Setiap Anak Menginginkankan ASI    Anak jadi bingung dan bertanya-tanya, mengapa dirinya diperlakukan seperti itu. Dampaknya, anak bisa merasa tak disayang, merasa ditolak, sehingga padanya berkembanglah rasa rendah diri (Nugroho, 2011 ; 81).

Wednesday, January 16, 2013

FISIOLOGI PERSALINAN KALA III


FISIOLOGI PERSALINAN KALA III
Plasenta adalah masa yang bulat dan datar. Permukaan maternal plasenta berwarna antara kebiruan dan kemerahan, serta tersusun dari lobus-lobus. Pada plasenta bagian maternal inilah terjadi pertukaran darah janin dan maternal. Pertukaran ini berlangsung tanpa terjadi percampuran antara darah maternal dan darah janin. Permukaan plasenta pada fetal memiliki karakteristik halus, berwarna putih, mengkilap, dan pada permukaannya dapat dilihat cabang vena dan arteri umbilikalis. Duaselaput ketuban yang melapisi permukaan fetal adalah korion dan amnion, yang memanjang sampai ujung bagian luar kantong yang berisi janin dan cairan amnion.